Essay: Jenis-Jenis Pencemaran yang Terjadi di Tanah - Essay Marketplace

Essay: Jenis-Jenis Pencemaran yang Terjadi di Tanah

Sebagai salah satu unsur penting dalam kehidupan selain udara dan air, tanah juga terancam akan dampak polusi dari aktifitas manusia. Akhir-akhir ini kita sudah sering mendengar akan bahaya pemanasan global akibat pencemaran udara, untuk itu beberapa produsen mesin berlomba-lomba menciptakan teknologi ramah lingkungan. Namun para pakar lingkungan menyatakan bahwa saat ini pencemaran baik udara, tanah dan air sudah sangat kritis, sehingga hampir tidak dapat dicegah dampaknya di masa depan. Lihat saja berapa ribu ton sampah plastik diproduksi setiap hari? belum lagi asap kendaraan yang semakin tahun semakin banyak seiring dengan semakin banyaknya kendaraan. Untuk itu harus ada tindakan nyata untuk menghentikan pencemaran.
Dampak bagi pencemaran udara mungkin berakibat pada kesehatan manusia dan iklim dunia. Namun dampak dari pencemaran tanah jauh lebih mengerikan lagi, manusia bisa kehilangan sumber kehidupan jika tanah yang ditempatinya terpapar polusi. Lihat saja, semua yang kita makan berasal dari tanah. Daging sapi yang kita konsumsi setiap hari berasal dari herbivora yang memakan sesuatu dari tanah. Untuk itu penting kiranya menjaga kelestarian tanah agar terhindar dari bahaya polusi.
Pada dasarnya, pencemaran tanah terbagi menjadi 3 yaitu limbah domestik, limbah industri dan limbah pertanian. Namun dalam penjabaranya ketiga limbah tersebut terbagi dari beberapa macam limbah lagi. Untuk lebih jelasnya simak ulasanya berikut in.
1. Limbah Domestik
Tidak lain dan tidak bukan, limbah domestik ini adalah jenis pencemaran yang sering kita lakukan. Jenis pencemaran ini adalah hasil dari berbagai kegiatan manusia seperti perdagangan, kelembagaan bahkan sektor wisata. Dalam kegiatan perdagangan seperti pasar, hotel dan restoran, pasti meninggalkan limbah. Begitupun kegiatan wisata, terutama para wisatawan yang tidak bertanggung jawab yang sering membuang sampah sembarangan.
Limbah domestik ini dibagi menjadi dua yaitu limbah domestik padat dan limbah domestik cair. Untuk limbah domestik padat bisa berupa sampah an-organik atau sampah yang tidak dapat diurai oleh mikroorganisme, seperti plastik misalnya. Sedangkan untuk sampah cair seperti deterjen, oli, cat dan lain sebagainya. Kedua-duanya mempunyai dampak kerusakan yang begitu besar karena tidak dapat diurai oleh mikroorganisme.
2. Limbah Industri
Kegiatan industri semakin hari semakin mengkhawatirkan. Pasalnya, regulasi dari pemerintah mengenai standar pembuangan limbah industri sering tidak mendapat respon positif. Belum lagi keberadaan oknum pemerintah yang menyalahgunakan kekuasaanya untuk kepentingan pribadi, semua itu semakin memperparah polusi tanah dari lasil limbah industri. Limbah industri sendiri terdiri dari Limbah industri padat dan limbah indutri cair. Untuk limbah industri padat yang biasanya berbentuk lumpur atau bubur mungkin kita jarang melihatnya. Namun untuk limbah industri cair, hampir setiap indutru besar maupun kecil yang kita temui akan mengeluarkan limbah ini. Sebut saja industri skala kecil seperti pabrik tahu rumahan, proses produksinya akan menghasilkan limbah cair.
3. Limbah Pertanian
Keberadaan zat-zat kimia yang awalnya ditujukan untuk membantu proses pertanian justru malah menjadi sumber polusi tanah. Sebut saja zat-zat kimia seperti pupuk urea, DDT dan pestisida, sisa-sisa dari zat tersebut dapat menyebabkan polusi dan dampaknya hasil tanaman yang ditanam kurang sehat.
Dengan mengetahui jenis-jenis pencemaran tanah ini semoga dapat membuat kita semakin sadar akan bahaya polusi, terutama polusi tanah. Dengan merawat tanah yang subur agar terhindar dari polusi, kelestarian hidup manusia juga dapat terjaga dengan baik.

Penanganan Pencemaran Tanah Oleh Limbah Pabrik
Kegiatan produksi yang dilakukan oleh pabrik berimbas pada produksi limbah yang dapat merusak tanah. Limbah pabrik yang sekaligus sebagai polutan atas tanah yang dilewatinya dapat menyebabkakn tanah kehilangan potensinya sebagai lahan pertumbuhan. Apalagi polutan itu adalah bahan kimia yang sekaligus membunuh fauna tanah. Maka dampaknya akan panjang karena organisme pengurai juga ikut punah.
Untuk itu perlu dilakukan serangkaian penanganan atas masalah ini. Pemerintah dengan berbagai regulasinya sudah mencoba menekan dampak dari polusi tanah yang diakibatkan dari limbah pabrik. Namun tanpa kesadaran dari individunya, regulasi itu hanya aturan yang pasti banyak celah untuk dilanggar. Maka dari itu, walaupun limbah pabrik sudah diberlakukan standar dan peraturan khusus, polusi tanah masih saja terjadi dimana-mana. Jika sudah demikian maka perlu adanya penanganan atas polusi tanah tersebut. Beberapa dari penanganan polusi tanah antara lain sebagai berikut:
1. Remediasi
Remediasi adalah upaya untuk membersihkan tanah yang tercemar polusi. Dengan dilakukanya remediasi, diharapkan tanah dapat kembali ke fungsinya yaitu menopang kehidupan makhluk hidup yang hidup di atasnya. Remediasi ini dibagi menjadi beberapa bagian lagi antara lain:
• Remediasi Fisik
Yaitu upaya pembersihan dengan membersihkan sampah secara langsung. Tanah yang terpolusi dibersihkan dari sampah, lalu sampah tersebut dikumpulkan pada suatu tempat untuk dimusnahkan atau didaur ulang.
• Fitoremediasi
Yaitu remediasi dengan memanfaatkan tanaman. Beberapa jenis tanaman tertentu dapat mengurangi bahkan menghilangkan polutan berbahaya seperti pestisida, logam berat, atau senyawa organik beracun dalam tanah.
• Remediasi Biologi
Remediasi biologi atau juga disebut Bioremediasi ini adalah serangkaian upaya untuk mengurangi dan menghilangkan dampak polutan dengan memanfaatkan mikroorganisme dalam tanah. Salah satu mikroorganisme yang dapat difungsikan dalam upaya bioremediasi adalah jamur Veskular Arbuskular Mikoriza (VAM). Jamur ini mempunyai kemampuan dalam menyerap unsur logam dari dalam tanah. Sedangkan dalam peranya secar tidak langsung adalah dengan menstimulir pertumbuhahan mikroorganisme lain yang juga baik untuk konservasi tanah.
Ada dua cara yang dilakukan untuk melakukan bioremediasi:
• In-situ
Adalah remediasi yang dilakukan dengan langsung kepada tanah yang tercemar dengan cara injeksi mikroorganisme untuk bioremediasi.
• Ex-situ
Adalah upaya remediasi dengan cara membawa tanah yang tercemar tersebut ke daerah yang aman terlebih dahulu. Setelah tanah yang tercemar ditempatkan pada daerah aman lalu bioremediasi dilakukan. Biasanya tanah tersebut disimpan dalam tangki yang kedap udara kemudian bioremediasi dilakukan dengan memompakan mikroorganisme ke dalam tangki tersebut. Setelah dipastikan pencemaran pada tanah tersebut sudah pada kadar yang aman atau hilang, maka tanah bisa kembali digunakan.
2. 3R (Reduce, Reuse, Recycle)
• Reuse
Sampah an-organik yang tidak dapat diurai mikroorganisme seperti bahan plastik, sebaiknya ada upaya untuk digunakan kembali. Hal ini agar sampah bahan plastik dapat berkurang. Bahkan sekarang ada regulasi di beberapa mal-mal yang memberi harga tinggi pada plastik kresek.
• Reduce
Ini adalah dampak yang diharapkan dari upaya Reuse. Dengang mengurangi pembuangan sampah plastik karena digunakan untuk tidak sekali pakai, maka permintaan plastik dapat dikurangi. Jika permitaan bahan plastik berkurang, maka produksi plastik pun dapat berkurang sehingga sampah plastik juga berkurang.
• Recycle
Recycle atau daur ulang ini adalah upaya yang cukup baik karena dengan menggunakan produk plastik yang dapat didaur ulang, maka konsentrasi bahan plastik dapat dihentikan pertambahanya.
3. Membuang Sampah Pada Tempatnya
Cara penanganan sampah yang paling mudah dan dapat dengan nyata setiap orang lakukan adalah sikap disiplin membuang sampah pada tempatnya. Dengan membuang sampah pada tempatnya maka sampah dapat dikumpulkan dan tidak mencemari lahan yang digunakan manusia.
Bagaimana Cara Budidaya Ikan Nilem?
Ikan merupakan momoditas ikan air tawar yang termasuk unggul. Dagingnya yang sudah mengandung sodium glutamat membuat ikan ini terasa lebih gurih. Untuk sajian kuliner dari jenis kita dapat dimasak dengan cara dipindang, ditumis, digoreng, dipindang dan masih banyak lagi. Namun budidaya ikan ini masih belum banyak diminati para peternak ikan di berbagai daerah di Indonesia. Untuk saat ini daerah yang sudah dikenal membudidayakan ikan nilem ini adalah daerah Tasikmalaya. Maka dari itu, ini bisa menjadi peluang yang belum terlalu banyak pesaingnya. Dengan pemasaran yang tepat tentu dapat memberikan keuntungan yang banyak. Jika anda berminat untuk membududayakan ikan jenis ini, berikut adalah cara budidaya ikan nilem.
1. Mengenai Lokasi
Lokasi dari budidaya ikan nilem idealnya adalah di daerah dataran tinggi. Lahan dengan ketinggian dengan 150 sampai 1000 mdpl adlaah lokasi yang cocok untuk budidaya ikan ini karena di lokasi ini suhu biasanya ada di sekitar 18 sampai 20 derajat celsius.
2. Persiapan Kolam
Kolam yang hendak dijadikan budidaya ikan nilem hendaknya dibiarkan kering selama kurang lebih 2 minggu. Setelah itu taburkan kapir kira-kira 50 kg agar bakteri patogen dalam tanah dapat dibersihkan terlebih dahulu. Setelah itu isi dengan air dan tunggu dan biarkan selama setidaknya tiga hari. Setelah tiga hari barulah benih-benih ikan nilem dapat ditebar. Jangan lupa untuk membuat sistem agar air dapat terus mengalir karena ikan nilem habitat aslinya adalah tinggal di daerah air berarus.
3. Pemberian Pakan
Untuk pakan ikan ini cukup mudah, cukup beri pelet untuk ikan yang dijual di pasaran. Atau juga bisa menggunakan dedak seagai makanan tambahan. Selain itu, jika anda juga memiliki peternakan ayam maka kotoran ayam bisa menjadi pakan bagi ikan nilem. Lebih hemat lagi bisa dengan membuat kolam budidaya banyak ditumbuhi lumut. Hal ini akan menjadi pakan alami untuk ika nilem karena ikan nilem adalah jenis ikan herbivora yang dapat memakan berbagai tumbuhan air dan lumut. Selain itu, ikan nilem juga memakan plankton jenis fitoplankton dan zooplankton, cacing, bahkan ikan yang lebih kecil.
4. Pemijahan dan Indukan
Untuk ikan nilem yang akan dijadikan indukan, pilihlah ikan nilem yang usianya antara 1 sampai 1,5 tahun, karena pemijahan haruslah dilakukan pada indukan betina yang sudah siap untuk kawin atau gonad. Ciri dari nilem betina yang sudah gonad adalah posturnya gemuk, berat antara 180 sampai 200 gram, warna kelabu kekuningan, pada organ genital terlihat melebar dan gerakanyan cenderung melambat. Sedangkan untuk pejantan badanya semakin ramping dan bisa ditekan perutnya akan mengeluarkan cairan sperma.
Pemijahan atau perkawinan sebainya dilakukan pada kolam yang banyak ditumbuhi berbagai lumut dan tanaman karena hal itu sebagai persediaan makanan bagi bibit-bibit nilem yang menetas nanti. Cara pemijahan ini dengan mencampur 1 nilem jantan dengan 2 indukan yang sudah sama-sama gonad di dalam kolam khusus tadi.
5. Pemeliharaan
Pemeliharaan kolam tempat budidaya ikan nilem tidak jauh berbeda dengan kolam budidaya ikan yang lain yaitu mengenai kebersihan dan sirkulasi air yang harus terjaga baik. Hanya saja, dirasa cukup penting membuat kolam ditumbuhi banyak lumut dan tanaman air. Hal ini karena lumut dan tanaman air tersebut akan memasok oksigen dan juga memancing perkembang-biakan plankton.
6. Panen
Panen ikan nilem dapat dilakukan pada usia ikan menginjak 2 sampai 3 bulan dan dapat dilakukan dengan mengurangi debit air kolam terlebih dahulu. Yang perlu dihindari adalah jangan sampai lumut dan tumbuhan yang sudah terbentuk ikut rusak saat pemanenan.

Tips dan Trik Membuat Benih Cabe Rawit
Sebagai salah satu bahan bumbu inti, budidaya tanaman cabe selalu menjadi pilihan banyak orang. Harganya pun termasuk yang paling stabil diantara jenis tanaman bumbu lain. Jarang sekali cabe mengalami penurunan harga yang drastis. Bahkan beberapa tahun lalu harganya sempat naik secara fantastis yang mengalahkan harga daging. Untuk itu budidaya cabe selalu menjadi primadona para petani.
Cabe rawit adalah salah satu jenis cabe yang banyak digemari orang. Cabe jenis ini memiliki cita rasa yang khas. Bentuk buahnya kecil namun rasa pedas yang dihasilkan mengalahkan rasa pedas dari cabe merah yang dijual di pasaran. Untuk itu penggunaan cabe rawit pada masakan tidak terlalu banyak, karena kadar pedas yang dikandungnya sudah cukup banyak.
Untuk membudidayakan tanaman cabe rawit, salah satu tekniknya bisa menggunakan teknik pembibitan. Untuk menghasilkan buah cabe rawit yang berkualitas baik maka dibutuhkan bibit cabe rawit yang baik. Selain bibit dari cabe rawit harus baik, teknik pembibitanya juga harus baik. Dengan teknik pembibitan cabe rawit yang baik maka dapat menghasilkan varietas unggul dari tanaman cabe rawit, berikut adalah cara membuat pembibitanya:
1. Pertama, hal ini mengenai pemilihan tanaman yang akan dijadikan pembibitan. Tanaman cabe yang akan dijadikan cikal bakal bibit cabe rawit dipilih dari tanaman yang baik dan sehat. Ciri dari tanaman cabe yang baik dan sehat adalah bentuk batang gemuk, tidak berpenyakit dan percabangan simetris, daun berwarna hijau segar tidak kuning atau layu, warna bunga cerah, pertumbuhanya paling cepat diantara yang lain, dan produksi buah tinggi dan stabil.
2. Perlakukan tanaman yang akan dijadikan pembibitan dengan perlakuan khusus. Tempatkan pada tempat yang berbeda untuk memudahkan dalam mengenalinya. Pisahkan dari tanaman cabe rawit yang lain yang sudah terserang hama dan penyakit. Beri pupuk dan sirami secara teratur. Pangkas semua batang dan daun yang sudah tua atau ada tanda-tanda terserang hama atau penyakit. Sebaiknya lakukan hal ini sebelum tanaman berbunga.
3. Pilih buah cabe rawit yang sudah tua dan matang untuk kita ambil bijinya. Cirinya warnanya sudah menua atau merah tua. Petik buahnya kemudian sayat perlahan agar tidak merusak biji yang di dalamnya. Keluarkan semua biji dan bersihkan dari sisa daging cabe yang melekat. Rendam dalam air untuk memilih dan membuang biji cabe yang mengapung. Kalau perlu rendam dengan larutan insektisida Ridomil, Marshal dan zat pertumbuhan seperti Cruiser selama setidaknya 6 jam untuk hasil yang lebi maksimal. Lalu keringkan tanpa menjemurnya di bawah sinar matahari langsung.
4. Siapkan media tanam baik itu di dalam wadah polybag atau pot biasa. Beri pupuk kandang, sekam padi, arang atau bahan lain yang hampir serupa. Untuk perbandingan antara tanah dengan pupuk adalah 1:2. Namun jika menggunakan tiga unsur secara bersamaan, maka bisa dengan tanah, arang sekam dan pupuk kandang masing-masing 1:1:1. Penggunaan ketiga unsur tersebut sekaligus semakin memperkaya unsur hara dalam tanah, sehingga pertumbuhan bibit cabe rawit akan semakin baik. Setelah itu taburkan benih dan sedikit masukan ke dalam agar dapat meyatu dengan media tanam.
5. Ketika perkecambahan sudah terjadi, tunggu hingga minmal 21 hari sejak kecambah muncul. Baru setelah itu pindahkan ke lahan terbuka tanpa pot atau polybag.

Tips Budidaya dan Ternak Bekicot
Bekicot atau siput biasa kita kenal sebagai hama pada tanaman hias di rumah. Namun perkembangan dunia pengobatan dan kuliner kita yang semaki pesat, maka bekicot pun dapat diolah menjadi bahan obat-obatan berkhasiat atau berbagai jenis kuliner yang enak. Untuk itulah budidaya bekicot mulai dilirik beberapa peternak. Apalagi jika dapat menembus pasar ekspor. Di kota Perancis Italia, bekicot diolah di restoran-restoran mahal dan dijadikan kuliner mewah. Untuk itu permintaan daging bekicot di sana cukup tinggi. Belum lagi permintaan sebagai bahan dasar pembuatan obat-obatan. Maka beternak bekicot dapat menjadi alternatif penghasilan anda.
Untuk membudidayakan bekicot pun tergolong mudah, asalkan terdapat daerah lembab, teduh dan dedaunan, bekicot dapat berkembang biak dengan baik.
Adapun beberapa tahapan dalam budidaya bekicot adalah sebagai berikut:
1. Pertama-tama mengenai pembuatan kandang. Kandang harus berdiri di atas tanah yang kering namun teduh serta harus mengandung kelembaban dengan suhu udara berkisar 25 sampai dengan 30 derajat celcius.
Berikut ada beberapa jenis kandang yang bisa dipilih untuk diaplikasikan dalam membudidayakan bekicot:
1. Kandang dari kotak kayu. Kandag jenis ini terbuat dari lembaran kayu triplek dengan kaki-kaki ukuran panjang 1 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 1,25 meter. Aplikasikan kawat perkontur kasar di atas kandang untuk mencegah bekicot keluar dari tempat berteduh.
2. Kandang dari bahan semen. Ukuran kandang jenis ini tidak jauh beda dengan ukuran kandang kotak kayu. Hanya saja kandang dari bahan semen memungkinkan kita menaruh tanah mengandung cacing di dasar kandang untuk menjaga kelembaban yang baik. Tebal lapisan tanah yang ada cacingnya ini sekitas 30 cm.
3. Kandang galian tanah. Kandang jenis ini memungkinkan untuk tidak menggunakan material terlalu banyak. Cukup gali lahan yang hendak dijadikan kandang dengan ukuran panjang 1 meter, lebar 1 meter, dan tingginya juga 1 meter. Untuk menjaganya agar tetap lembab dan teduh maka buatlah kandang galian ini di tempat yang rimbun dan teduh. Bisa di bawah pepohonan atau di bawah atap.
2. Selanjutnya adalah tahap Pembibitan. Ada dua spesies bekicot yang biasa diternak yaitu spesies Achatina Fulica dan Achatina Variegata. Tentukan terlebih dahulu spesies mana yang akan dibudidayakan.
3. Pemilihan calon indukan. Jika kesulitan membeli bibit unggul, karena saat ini masih belum ada di daerah anda, maka pembibitan bisa dilakukan dengan mencari spesies jenis Achatina Fulica dan Achatina Variegata sendiri. Hal ini cukup mudah karena kedua spesies tersebuat adalah jenis bekicot yang sering kita temui. Spesies-spesies tersebut dapat ditemukan diantaranya di kebun pisang, semak belukar, kebun kelapa dan lain sebagainya, apalagi di musim penghujan, maka akan banyak kita temukan.
4. Tahap perkawinan. Siklus perkawinan bekicot biasanya dimulai dari mulai usia bekicot enam sampai tujuh bulan. Pada usia ini, kita dapat memilih bekicot yang akan dijadikan indukan. Pilih bekicot yang pertumbuhanya bagus dan tidak berpenyakit. Letakan pada tempat tersendiri untuk perkawinan. Bekicot akan bertelur di sembarang tempat, pemisahan ini agar tidak tercampur dengan telur dari bekicot lain. Sekali bertelur bekicot dapat menghasilkan 50 sampai 100 butir telur.
5. Tahap kelahiran bibit. Telur akan menetas dan menjadi anak cangkang yang tidak ditunggui induknya. Beri perhatian khusus pada bibit ini agar pertumbuhanya lebih cepat.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Budidaya Gaharu
Sebagai tanaman penghasil bahan dasar parfum dan wewangian, budidaya Gaharu selalu memberi keuntungan kepada para petani. Terlebih jika petani Gaharu mampu memasarkan haril budidayanya ke mancanegara. Hal itu lebih menguntungkan lagi karena permintaan di beberapa negara cukup tinggi. Negara-negara di timur tengah dikenal mempunyai permintaan yang tinggi mengingat tanaman gaharu ini biasa digunakan untuk dupa atau kemenyan dalam suatu ritual keagamaan.
Jika anda tertarik untuk budidaya tanaman ini, berikut tips agar budidaya gaharu dapat tumbuh lebih cepat.
1. Penanaman
Waktu terbaik untuk memulai menanam gaharu adalah di musim penghujan. Hal ini tentu bertujuan agar pasokan air yang diperlukan bibit-bibit gaharu dapat terpenuhi dengan baik. Kalaupun tidak pada musim penghujan, maka harus dipastikan terlebih dahulu lokasi tanam dekat dengan sumber air. Sehingga jika tanah dirasa terlalu kering, penyiraman dapat dilakukan dengan mudah.
Jarak ideal budidaya Gaharu adalah 2X2 m. Hal ini terutama jika budidaya gaharu menggunakan pola monokultur. Jika budidaya gaharu menggunakan pola tumpang sari, maka jarak bisa ditambah menjadi 3X3 m. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai jaraknya terlalu rapat dengan tanaman yang telah ada di lahan tersebut. Hal ini menyangkut ketersediaan unsur hara di dalam lahan tersebut. Jika lahan terlalu rapat oleh tanaman, dikhawatirkan gaharu yang ditanam di lahan tersebut tidak mendapat unsur hara yang baik, sehingga pertumbuhanya tidak dapat maksimal.
2. Naungan
Pemberian naungan ini sangat penting untuk budidaya gaharu. Pasalnya, tanaman gaharu hanya membutuhkan 40 hingga 60 persen saja paparan sinar matahari langsung. Jika terlalu terpapar sinar matahari, maka daun pada tanaman gaharu akan menguning, layu bahkan mati. Namu juga kurang baik jika naungan terlalu lebat karena akan membuat tanaman gaharu kekurangan sinar matahari.
Untuk itu tentukan jenis naungan yang paling cocok. Misalnya, jika petani gaharu juga menyukai tanaman yang dapat dikonsumsi, maka tanaman singkong bisa menjadi pilihan untuk naungan. Dengan begitu naungan akan bermanfaat dan pastinya tidak akan terlalu rimbun karena tanaman dapat dimanfaatkan.
3. Pemangkasan Cabang
Pemangkasan cabang ini bertujuan agar pertumbuhan tanaman gaharu dapat lebih terfokus pada penambahan tinggi tanaman. Jika cabang-cabang tanaman gaharu dibiarkan tumbuh terlalu banyak, maka penambahan tinggi kurang cepat karena nutrisi yang diserap terbagi untuk cabang-cabang tersebut.
Pemotongan cabang terbaik adalah saat cabang tersebut masih sangat muda. Hal ini karena cabang yang masih muda belum menyerap nutrisi terlalu banyak, sehingga nutrisi untuk cabang tersebut dapat digunakan untuk pertumbuhan tanaman. Selain itu jika terdapat cabang yang rusak atau terkena penyakit, maka pemangkasan dapat menghentikan penyebaranya. Tinggalkanlah cabang yang sehat dan tidak terdapat penyakit.
Pemangkasan ini harap dilakukan dengan rutin setidaknya 2 minggu sekali pada saat tanaman gaharu belum mencapai 2 meter. Atau lebih baik lagi jika dilakukan setiap kali terdapat cabang yang akan tumbuh. Setelah tanaman gaharu mencapai tinggi 2 meter, pemangkasan dapat dihentikan. Namun jika dirasa masih kurang, pemangkasan masih dapat dilajutkan asalkan tidak berlebihan.
4. Teknik Pemupukan
Jenis pupuk terbaik untuk budidaya gaharu adalah pupuk kandang atau kompos. Namun jika menggunakan pupuk kimia juga tidak menjadi masalah asalkan disesuaikan dengan PH tanah. PH tanah ideal untuk tanaman gaharu adalah 6 sampai 7. Jika melebihi angka tersebut, tambahkan kapur dolomit.
Pemupukan idealnya dilakukan rutin 6 bulan sekali jika menggunakan pupuk kandang atau kompos. Jika menggunakan pupuk kimia bisa dilakukan setahun sekali. Pemupukan secara teratur dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan hingga 40% lebih cepat.
5. Pembasmian Hama
Hama dan penyakit yang sering mengancam tanaman gaharu adalah busuk akar, ganguan ulat dan hama kutu putih. Untuk menghindari penyakit busuk akar bisa dengan menguragi naugan agar tanah tidak terlalu lembab. Sedangkan untuk ulat dan kutu putih bisa menggunakan pestisida dan predator alami seperti semut rang-rang.
Teknik dan Cara Budidaya Tanaman Gelombang Cinta
Tanaman gelombang cinta (Anthurium Schott) cukup populer di Indonesia. Bahkan harganya pernah fantastis beberapa waktu lalu. Walaupun gema tanaman gelombang cinta ini sudah tidak seheboh tahun lalu, namun peminat tanaman ini masih cukup banyak. Keunikan dari spesie Anthurium ini adalah daunya yang tumbuh seolah tanpa batang.
• Pot
Banyak pilihan pot yang dapat dipilih untuk budidaya gelombang cinta. Dengan mengetahui kekurangan dan kelebihanya, maka memudahkan untuk menentukan yang terbaik sesuai kebutuhan.
Pot plastik:
Kelebihan: tahan lama, ringan, mudah dalam penyimanan, relatif murah, warna dan ukuran bermacam-macam
Kekurangan: tidak terdapat pori-pori yang memungkinkan air merembes ketika penuh air sehingga suhu cenderung naik dan mempengaruhi pertumbuhna gelombang cinta.
Dalam pemilihan pot ini harus disesuaikan dengan ukuran tanaman gelombang cinta. Jika tanaman gelombang cinta sudah tumbuh mencapai 1 meter, maka diameter pot setidaknya harus 40 cm. Ada jenis gelombang cinta yang tumbuhnya dapat mekar melebar hingga berdiameter 1 meter. Jika kondisi demikian, maka setidaknya diameter pot harus mencapai 80% dari panjang gelombang cinta. Maka diameter yang disarankan adalah 80 cm. Jika diameter gelombang cinta 60 cm maka pilihlah pot berdiameter 35 cm atau 40 cm, dan seterusnya.
• Media Tanam
Tanaman gelombang cinta tidak dapat tumbuh subur di media tanam tanah. Maka dari itu, media tanam sebaiknya menggunakan pasir, humus, atau pupuk kandang. Isilah dalam media tanam tersebut dengan pecahan genteng hingga kira-kira separuh dari keseluruhan isi pot. Baru setelah tanaman gelombang cinta dimasukan, selebihnya media tanam dapat diletakan sampai menutupi keseluruhan akar tanaman.
• Pemilihan Lokasi
Tanaman gelombang cinta membutuhkan lokasi yang teduh. Paparan sinar matahari secara langsung dapat membuat daunya menjadi layu. Untuk itu tanaman gelombang cinta adalah jenis tanaman yang cocok untuk diletakan di dalam rumah, di teras dan di taman yang beratap.
• Perawatan
Untuk menjaga tanaman gelombang cinta tetap sehat dan subur maka perlu dilakukan perawatan rutin antara lain:
1. Penggantian pot secara berkala
Tanaman gelombang cinta dapat tumbuh mekar dan diamaternya bertambah. Untuk itu perlu dilakukan penggantian pot secara berkala sesuai bertambahnya ukuran diameter tanaman gelombang cinta. Untuk ukuran pot yang proporsional sudah dijelaskan sebelumnya, hal ini bertujuan agar tunas-tunas baru yang tumbuh dapat bernafas dan ikut tumbuh dengan baik.
2. Asupan sinar matahari pagi
Walaupun paparan sinar matahari langsung dapat membuat daun gelombang cinta kering dan layu, sesekali menjemur tanaman gelombang cinta pada waktu pagi justru dapat bermanfaat pada tanaman ini. Lakukan ini cukup dengan mengangkat potnya ke tempat terbuka selama kurang lebih 15 menit. Tujuan dari perlakukan ini adalah agar pembentukan zat hijau daun atau klorofil dapat optimal dan terus aktif dan jangan lakukan penjemuran ini lebih dari satu jam
3. Penyiraman dapat dilakukan seperlunya saja disesuaikan dengan kondisi media tanam. Jika terlihat kering segera lakukan penyiraman. Untuk musim penghujan penyiraman cukup satu kali sehari tidak perlu jika dirasa kandungan airnya masih banyak. Namun disaat musim kemarau bisa dua kali sehari. Yang perlu dicatat adalah tanaman gelombang cinta tidak dapat tumbuh dengan baik di pot yang terlalu lembab.
4. Tips terakhir untuk mempercantik tanaman gelombang cinta adalah mengoleskan susu cair pada setiap daunya. Lakukan ini dengan spon layaknya mencuci daun. Maka tanaman gelombang cinta pun akan mengkilap dan semakin cantik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.